Experience, Kuliner Lokal

Kuliner non HALAL Jogja bag 2

Menyambung bag 1, sebenarnya masih banyak tempat makan baru yang asik, dan tempat makan lama yang tidak pernah diexpose selain orang Jogja lokal, dan ternyata dengan booming wisata dalam 2-3 tahun terakhir, membuat Jogja jadi lebih terbuka dan sekarang variasi makanannya sudah melebihi kota lain di Indonesia, in a good way ya, karena kuliner lokal juga berkembang maju.

Dan walaupun dalam catatan ini menu non HALAL, sebagian dari tempat in juga menyediakan menu Halal kok, jadi nyantai aja, lihat catatan di tiap tempatnya aja. Pilihan untuk kulinaran non HALAL saya selalu diprioritaskan dari rasa, harga baru tempat atau suasananya, jadi kalau ada perdebatan pemilihan, refers ke prioritas saja 🙂 so let’s start

4. RM Baru – Chinese Food – jl. dr Wahidin no.29 Buka sepanjang hari, hanya tutup 3 jam waktu siang.

Ini merupakan tempat favorite penggemar chinese food Jogja, menunya sangat klasik, mulai dari bistik, koloke, bakmi goreng, capjay hingga sayuran cah. Baru perhatiin ternyata chinese food Jogja jarang menggunakan seafood sebagai andalan seperti di Jakarta, seperti ikan tim atau menu kepiting. Mungkin ini ada hubungan dengan etnis chinese yang eksis. entahlah hanya hipotesis kosong. Back to meal. Untuk bistik babi, tastenya tipikal chinese food, dg saus inggris yang kenceng dan kentang goreng, koloke babi renyah dan capjay dengan saos kecap kental. Untuk rasa buat saya personal agak manis, mungkin ini yang merupakan ciri penyesuain dengan rasa lokal Jawa Tengah yang lebih manis. Harga moderate untuk ukuran porsi dan rasanya, cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan rumah makan tapi masih jauh kalau dibandingkan dengan rumah makan selevel di Jakarta. Monggo. Ponten 8/10

Menyantap-Bestik-Spektakuler-khas-Rumah-Makan-Baru-artikel66IMG_0985

5. Atap Grill – Western BBQ – Jalan Tentara Rakyat Mataram No.5 Buka dari sore jam 5-10 malam

Tempatnya agak jauh terpencil dari koloni tempat makan yang hits, dan restonya juga rustic looks, semacam gudang dengan banyak informasi dan jokes/quotes di interiornya, mulai dari cuts untuk beed and pork, sampai meat map nya Inndonesia. Menunya juga ada di bagian interior resto lengkap dengan harga, dan dengan rekomendasi dari pelayan, saya pesan BBQ pork ribs saja, karena katanya porsinya lumayan besar, dan baru saja makan nasi goreng ko Diam.

Pork Ribsnya datang dengan porsi sedang,  tampilannya sangat bingung,  dengan garnish okra beberapa potong, ada sedikit cipratan entah saos apa, dan beberapa potong french fries nya random.  Ribsnya ukuran sedang, dagingnya empuk, bumbunya meresap sampai dalam, sepertinya memang sudah dimasask dulu karena tulangnya lembut, bumbunya tipikal bbq sauce, manis, gurih, dan rasanya cukup smoky. Pasti akan lebih enak kalau ada lime/lemon untuk pelengkap, dan saus mushroomnya tidak ada kaitan dengan hidangan, sebaiknya dihilangkan, mungkin ganti dengan home made spicy sauce.. harga per porsi 80rb. Ponten 7.5/10 (harus improved penerangan, plating dan buat option spicy)

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s