Experience, Uncategorized

Life after work.

kaki

Bukan subjek yang suka dibahas seh, mungkin karena gak penting┬ádan tidak relevan, plus cape mikir karena masih lama keleussss. Postingnya mbak Riri tentang artikel “Hidup Senang Selepas Masa Kerja, Bisa gak sih? http://liveolive.com/post/view/650-hidup-senang-selepas-masa-kerja-bisa-nggak-sih ‘ jadi tergoda untuk ikutan nulis, berdasarkan pengalaman pribadi tentunya. Gak ada tendensi untuk menggurui, cuma semacam komen aja seh ­čÖé ┬ásemoga kepake deh.

Prinsipnya simple seh cuma gimana punya penghasilan diluar dari gaji kantor. Dulu waktu gaji masih imut, rasanya gak pernah kecukupan, tapi dipaksain nabung masih bisa lah, pas gaji naik banyak pun, tetap aja gak kecukupan, nabung gak nambah, gaji keburu habis sebelum bulan habis. untungnya punya prinsip ogah ngutang apalagi ke kartu kredit. Tapi yang namanya tabungan 0(nol) besar.  Sampai suatu ketika Sales Director yang orang asing memberikan tamparan pedas tentang gaji seharusnya ditabung min 50%, BAHKAN DIANJURKAN 70%. WHATTTT???  dan semuanya ditabung untuk jadi KAPITAL. You have to work for CAPITAL, not salary.

Reaksi pertama GAK BISA! gaji gw berapa vs Loe??? ┬áTapi setelah mikir2 hmmm masa seh gak bisa ya? coba kalau berpikir positif dikit, apa yang terjadi kalau gaji 50% langsung ditabung, apa yang harus dilakukan? seketika itu merasa tercekik. Tentu saja prosesnya gak segampang nulis ini, tapi intinya harus merubah semua, including gaya hidup, kebiasaan, secara drastis. ┬áSampai hari ini pun masih belajar. Tentuin Prioritas, banyak belajar dan siap untuk hidup tidak nyaman, sampai dijauhi teman pun akan jadi imbas perubahan itu. Selama siap dengan konsekuensinya, untuk menjawab artikel “Hidup Senang Selepas Masa Kerja, Bisa gak? ” BISA BANGET.

pertanyaan lebih tepatnya, siap dengan segala macam konsekuensinya? ┬álebih penting mana, hidup hura2, nikmat sekarang, tapi besok belum tahu? atau hidup cukup hari ini, tapi besoknya ada jaminan gak bakal susah. YOUR CHOICE. ­čÖé

 

 

Standard