City Escape, Food Battle, Kuliner Lokal, Liburan Lokal, non HALAL

Kulineran Wajib Non Halal Palembang!

 

Pertanyaan paling sering yang ditanyakan teman, ke Palembang itu ngapain sih? Jawaban standard selalu : MAKAN. Tapi nextnya malah jadi lebih ribet karena mulai deh harus list down makanan apa aja yang kudu, wajib untuk disantroni. Secara saya kan penggemar perbabian, jadi tentu kita selalu mulai dari ibab. Berikut pilihan favorite saya, tidak berdasarkan rangking ya.

Mie Terang Bulan (Sin Chiau Lok)– Pasar Sayangan. Ini termasuk bakmi legend, sudah masuk generasi kedua, dan sangat tradisional. Buka tepat jam 4 sore sd 8.30 malam teng, jadi jangan harga bisa order diluar jam tersebut. Menu utamanya Mie, Mie goreng dan pangsing goreng. Mie yang dimaksud adalah bakmi kering, tekstur mie kenyal dengan toping daging babi cincang, dan tentu saja jeruk kunci (kalamansi). Mie gorengnya cenderung agak basah, dengan limpahan daging babi, udang, jeroan dan sayuran, dan cabenya yang cenderung seperti paste, memang tidak ada tiganya. Dan tentunya harus ditemanin dengan pangsing goreng. Pangsit gorengnya beda dengan GM yang rapu, pangsitnya cenderung lebih garing dan isiannya melimpah, dan porsinya tetap 20 pcs, jangan pernah minta porsi lebih kecil, karena pasti akan jutekin “kalau tidak bisa habis, gak usah pesen!’. Keunikan lain kalau pesen mie untuk dibungkus , gak bakalan dibungkusin kuah, kalau mau kuah, harus bawa container sendiri. Dung. But trust me, it’s worth the wait and patience. Harus Sabar yah…..

Mie Aloy – Dempo Luar. Kalau bakmi ini sudah menjamur di Jakarta, tapi sediakan waktu untuk berkunjung, karena yang kita nikmati bukan hanya mie nya, tapi juga pengalamannya. Tempat ini sudah buka dari jam 5 pagi untuk melayani yang suka berolahraga pagi dan sekarang buka hingga malam hari (dulu hanya sampai lunch time). Topingnya juga banyak macam, dari babi cincang, chasiu, rica, dan ayam jamur. Yang istimewa adalah toping untuk kuah, mulai dari segala macam jeroan babi, usus, hati, ginjal, darah hingga macam-macam bakso. Yang harus dicoba juga adalah gohiong. Karena mulai dari konsep kopitiam, tentu ada telur ½ matang dan kopi. Jadi buat saya ini semacam institusi ketimbang sekedar tempat makan. Btw hampir setiap hari si ownernya, Aloi masih ikut meracik mienya lho, just say hi.

Mie Anlok – Pasar buah. Terletak  disudut sebelum pasar buah, tempatnya kecil dan mojok, humble dan homie, hanya ada paling  5 meja. Mie di Palembang normnya adalah kering, tapi disini yang selalu saya order adalah mie kuah. Tekstur mie nya cenderung lebih lembut dibandingkan aloy ataupun terang bulan. Sangat cocok untuk sarapan sambil ditemani es kopi yang menurut saya lebih enak dibandingkan dengan Ta’kie sekarang.

Mie 88 – Jalan Baru- Dempo Luar. Nah ini juga termasuk early riser, kalau mau sarapan jam 6 pagi mereka sudah ready. Seperti halnya Aloy, mereka juga menyediakan macam-macam toping kuah dan asiknya tempat ini bisa sambil pesen pempek d sebelahnya, pempek Beringin, pempek tunu (panggang) nya sangat menggoda. Tekstur mienya lebih lembut dari Terang Bulan, dan cenderung lebih gurih. Kalau mau beli kue-kue pasar juga ada, termasuk talam ebi. Yumm.

RM Tokyo – Sayangan, lorong panglong. Umur tempat ini sudah lama, dan pastinya bertahan karena alasan yang jelas, makanannya cihui. Masakannya adalah klasik Chinese food, termasuk babi lapis, bola udang, ayam pekcamke (ayam rebus) dan jiu chai hua (sayuran, gak nemu bahasa Indonesianya apa). Tempatnya juga masuk gang kecil, jadi disarankan parkir di depan gangnya. Setelah makan disini, kalau masih punya ruang di perut, sepanjang jalan masuk gang adalah china townnya Palembang, jadi banyak makanan enak, di depan gang sebelah kiri ada mie yang tidak ada namanya, termasuk tempat yang sering dikunjungi kalau mau makan cepat dan enak.

Kedai Akiun – Lap Hatta. Suka tempat ini karena spesialisasinya adalah babi panggang Bangka, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Bangka kalau lagi ngidam, babi panggangnya dengan bumbu yang masih agak basah nempel di dagingnya, moist tapi garing, plus bagian fatnya tipis, ngomonginnya saja sudah ngiler. Masih ada sate babi dan ngohiong yang patut dipoejikan.

RM Sumber Rasa – Kol Atmo. Sebenarnya makanan babinya tidak terlalu istimewa, cuma untuk makanan ala tio ciu agak jarang di Palembang, bisa jadi alternative yang tidak kalah enak. Sop perut ikan dan Hotplate daging menjangan malah jadi andalan. Bakutnya lumayan, yang agak ribet cuma karena tempatnya kecil dan pelanggan banyak, lebih baik datang untuk early dinner or sekalian agak malaman (jam 8.30 consider malam di Palembang)

PS. karena Palembang kecil, jadi tidak akan susah menemukan tempatnya walaupun tidak detail, tinggal nanya di area tersebut, pasti akan ktemu kok. eits yang asli Palembang jangan protes, ini kan pilihan personal saya 🙂 peace!

 

Advertisements
Standard