Food Battle, General, Kuliner Lokal

Battle of Bakmi Mewah vs Real Meat

screen-shot-2016-09-17-at-8-08-22-pmYeahhhh kali ini pengen nulis¬†sesuatu yang gak biasa, dengan melakukan hal yang biasa ūüôā Bermula dari brief job yang tidak kesampean, jadi penasaran seperti apa sih produk yang dibanggakan klien ini. No offense ya pak, cuma pengen lebih tau aja.¬†Terus begitu belanjan ke outlet, eh ada saingan dekatnya, yang kebetulan dibuat sama pemimpin pasar, wah kepikiran dong buat battlenya,¬†kek orang lain nulis review henpon gitu. So here i am.

Let’s the fight¬†begin.

1, Fisik produk.

Dimensi cenderung sama, mungkin karena sang pemimpin pasar kecolongan hingga langsung copy aja, yang membedakan real meat masih ada plastic wrap, sedangkan bakmi mewah packaging dilaminasi untuk menonjolkan premise mewah. berat keduanya juga sama 110g, yang menurut saya personal akan kecil dibandingkan dengan mie korea 120-150g, itu pun untuk yang kuah. Untuk bakmi kering pasti akan kecil porsinya.

2.. Desain Pack.

real meat tinggal mencopy templete desain dari range indomie dan cenderung play safe, sementara bakmi mewah karena tidak ada heritage ataupun family brand, lebih berani dan bahkan menggunakan mangkuk untuk mempresentasikan mie dengan premise mewah seperti restoran.  Tapi untuk informasi konsumen, saran penyajian dan informasi nilai gizi real meat jauh lebih mudah dibaca dibandingkan dengan bakmi mewah yang blend in dengan desain hingga susyah baca.

3. Isi Kemasan.

real meat lebih praktis, mienya sendiri, dengan 1 kemasan daging ayamnya, sayuran kering dan bumbu. Sedangkan bakmi mewah, ada 5 kemasan berbeda, mulai dari minyak, kecap, saos, sayur kering dab bumbu. secara fisik mie real meat cenderung mirip indomie pada umumnya, sedangkan bakmi mewah seperti bakmi biasa tapi kering.

4. Masak dan penyajian.

Waktu masak yang dianjurkan sama 2 menit, dan perbedaan cara penyajian adalah di real meat daging dikeluarkan dahulu di pring (daging ayam potongan besar, dengan saus yang berminyak dan berkecap), mie yang ditiriskan baru diaduk rata dengan bumbu kering. Sedangkan bakmi mewah, mie ditiriskan, baru dikasih kecap, minyak, bumbu, baru diaduk dan disajikan dengan toping daging ayam (daging ayam potongan kecil, warna ayam asli, tanpa kecap)

img_0333

5. Tekstur dan Rasa.

Mie real meat sangat identik dengan tekstur indomie pada umunya, mungkin secara bahan beda sedikit, tapi tidak signifikan. daging ayamnya cenderung manis dan agak keras, mungkin karena dipakai daging ayam kering yang diproses ulang, jadi cenderung kering, keras dan kurang alami. Rasa manisnya juga kurang membumi layaknya bakmi yang digemari di Jakarta tidak ada manis seperti ini, bahkan untuk ukuran yamien ( dan yamien harus ada kecap manisnya). Untuk bakmi mewah teksur mie nya agak surprise, walaupun pas kering tidak begitu kelihatan beda, tapi pas dimakan cenderung lebih halus, seperti bakmi yang dibuat dari mie basah, daging ayamnya juga lebih berdaging dan alami, dengan tarikan cenderung lebih asin seperti halnya bakmi ayam yang dijual di kaki lima atau restoran.

Jadi… kesimpulannya, secara umum bakmi mewah menawarkan value yang lebih baik daripada real meat, premise bakmi restorannya cukup masuk akal. Tapi secara overal dengan harga beli 7000-8000 (beli di hipermarket) lebih bijaksana kalau membeli bakmi aja, bakmi abang2 kampung harga segitu, atau nambah dikit sudah dapat bakmi yang lebih proper. Well, beda cerita kalau di tengah hutan dab tengah malam (kalau tengah malam di Jakarta masih banyak yang jual mie ayam)…. you have option now.

Toss Bakmi.

ps : ini adalah pendapat personal, tidak ada pesan sponsor ataupun berbayar.

 

Advertisements
Standard